BERITA
  • 28 November 2022
  • 0 Komentar
  • 36 Kali Dilihat
Bantuan Sosial Kepada Pengemudi Ojek Konvensional dan Sopir Angkot sebanyak 250 Orang Terdampak Inflansi BBM

Bantuan Sosial Kepada Pengemudi Ojek Konvensional dan Sopir Angkot 

Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus menuntaskan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada 250 pengemudi Ojek, pengemudi angkutan kota (angkot). Penyaluran itu dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pringsewu. Jumat, 25 November 2022.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pringsewu Bambang Suharmanu, S.Sos mengatakan bahwa bantuan ini diberikan kepada 250 orang pengemudi di Kabupaten Pringsewu yang terdampak inflasi dan kenaikan BBM. Bantuan ini berasal dari alokasi belanja wajib 2 persen yang bersumber dari Dana Transfer Umum (DTU). "Bantuan BLT BBM ini diberikan selama tiga bulan, dengan nominal per bulannya Rp250 ribu untuk setiap orang. Jadi total yang kita bagikan adalah Rp750 ribu per orang," kata Kadishub.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pringsewu menjelaskan, pemberian BLT BBM berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022.

Penanganan dampak kenaikan harga BBM yang berasal dari alokasi belanja wajib 2 persen yang bersumber dari Dana Transfer Umum. Memastikan bahwa BLT BBM diberikan kepada 250 orang pengemudi yang ber-KTP dan domisili di Kabupaten Pringsewu. Mereka diundang untuk menerima BLT itu ke Kantor Dinas Perhubungan Pringsewu. Adapun prosesnya, mereka akan langsung diverifikasi data calon penerimanya sesuai data usulan dan dicek kesesuaian identitas dan syaratnya. Selanjutnya, dilakukan verifikasi oleh aplikator Bank Lampung yang turut hadir dalam penyaluran ini, yang nantinya akan dibuatkan rekening khusus penerima bantuan dari Bank Lampung.