PERSYARATAN, SISTEM, MEKANISME, DAN PROSEDUR UPTD PENGELOLA PRASARANA TEKNIS PERHUBUNGAN KABUPATEN PRINGSEWU

PERSYARATAN, SISTEM, MEKANISME, DAN PROSEDUR

UPTD PENGELOLA PRASARANA TEKNIS PERHUBUNGAN

KABUPATEN PRINGSEWU

 

A.     LOKET PELAYANAN

Guna memudahkan masyarakat dalam pengurusan pengujian kendaraan bermotor disediakan minimal 2 loket pelayanan atau disesuaikan dengan kebutuhan antara lain :

  1. LOKET PENDAFTARAN & LOKET PEMBAYARAN

Berfungsi sebagai tempat pendaftaran, yang meliputi :

  • Pengujian Kendaraan Bermotor Berkala Pertama;
  • Pengujian Kendaraan Bermotor Berkala;
  • Penilaian Kondisi Teknis Kendaraan Bermotor;
  • Mutasi Uji Masuk/ Keluar Kendaraan Bermotor;
  • Rekomendasi Numpang Uji Kendaraan Bermotor;
  • Surat Keterangan Hasil Uji Kendaraan Bermotor;
  • Ubah Status Kendaraan Bermotor;
  • Perubahan Bentuk Kendaraan Bermotor.

Berfungsi sebagai tempat pembayaran retribusi sesuai dengan jenis pelayanan dan Perda masing-masing daerah. Pada loket ini pihak UPTD PPTD Kabupaten Pringsewu.

 2. LOKET PENYERAHAN HASIL UJI

Berfungsi sebagai tempat :

  • Penyerahan Berita Acara hasil pemeriksaan;
  • Penyerahan Tanda Nomor Kendaraan;
  • Pengambilan Smart Cart dan Setrifikat.

Selain disediakan loket yang memadai juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat, antara lain :

  1. Papan informasi :
    • Mekanisme pelaksanaan pengujian
    • Persyaratan uji berkala
  2. Kotak Saran
  3. Ruang tunggu
  4. Ruang Pengaduan
  5. Ruag Laktasi (Menyusui)
  6. Rambu- rambu
  7. Toilet                                 

B.PROSEDUR PENGUJIAN BERKALA

  1. PENGUJIAN BERKALA PERTAMA
  1. Pemilik/ kuasa kendaraan mengajukan permohonan kepada unit pengujian berkala sesuai dengan tempat kendaraan didaftarkan dengan melampirkan persyaratan :
    • Sertifikat Uji Tipe / Sertifikat Registrasi Uji Tipe ;
    • Foto copy STNK dengan memperlihatkan aslinya ;
    • Tera dari meteorologi (kendaraan tanki) ;
    • Informasi kepemilikan trayek (Angkutan Penumpang Umum).
  2. Setelah memenuhi persyaratan, pemohon diwajibkan untuk membayar retribusi yang telah ditentukan Perda pada Loket yang telah disediakan untuk melakukan pembayaran segala retribusi yang ada pada Dinas Perhubungan.
  3. Setelah melakukan pembayaran dan menerima LHP (Lembar Hasil Pemeriksaan), penguji melakukan pemeriksaan kesesuaian dimensi dan berat kendaraan kendaraan dengan sertifikat Registrasi Uji Tipe
  4. Hasil penimbangan berat dan pengukuran dimensi kendaraan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar dalam perhitungan dan penetapan daya angkut.
  5. Bagi kendaraan yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan sertifikat Registrasi Uji Tipe diberikan nomor uji yang dicantumkan pada rangka landasan bagian kiri ditempat yang mudah terlihat serta diberikan tanda bukti lulus uji berupa Smart Card, Sertifikat, dan Sticker Hologram..
  6. Bagi kendaraan yang tidak lulus uji, kepada pemilik diberikan surat penolakan yang ditembuskan ke Dinas Perhubungan Provinsi yang menerbitkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe dan Bengkel karoseri pembuat sekurang-kurangnya memuat :
    • Perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan.
    • Waktu dan tempat pengujian ulang.
  7. Batas waktu yang diberikan untuk melaksanakan perbaikan selam-lamanya 14 (empat belas) hari kerja sejak ditolaknya kendaraan tersebut.
  8. Pengujian ulang bagi kendaraan yang telah selesai diperbaiki tidak dipungut biaya, kecuali kendaraan yang datang melewati batas waktu yang telah ditetapkan.
  1. PENGUJIAN BERKALA LANJUTAN
  1. Pemilik/kuasa kendaraan mengajukan permohonan pengujian berkala lanjutan dengan melampirkan persyaratan :
    • Surat Tanda Uji Kendaraan ;
    • Foto copy STNK dengan memperlihatkan aslinya ;
    • Ijin Trayek (Kendaraan angkutan Penumpang umum).
  2. Setelah memenuhi persyaratan, pemohon diwajibkan untuk membayar retribusi yang telah ditentukan Perda pada Loket yang telah disediakan untuk melakukan pembayaran segala retribusi yang ada pada Dinas Perhubungan terkait.
  3. Setelah memenuhi persyaratan, penguji melakukan pemeriksaan teknis yang hasilnya dituangkan dalam LHP (Lembar Hasil Pemeriksaan).
  4. Bagi kendaraan yang telah memenuhi persyaratan teknis dan ambang batas laik jalan dinyatakan lulus uji berkala dan diberikan tanda lulus uji berupa Smart Card, Sertifikat, dan Sticker Hologram.
  5. Bagi kendaraan yang tidak lulus uji, kepada pemilik diberikan surat penolakan yang sekurang-kurangnya memuat :
    • Perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan.
    • Waktu dan tempat pengujian ulang.
  6. Batas waktu yang diberikan untuk melaksanakan perbaikan selam-lamanya 14 (empat belas) hari kerja sejak ditolaknya kendaraan tersebut.
  7. Pengujian ulang bagi kendaraan yang telah selesai diperbaiki tidak dipungut biaya, kecuali kendaraan yang datang melewati batas waktu yang telah ditetapkan   

3.PROSEDUR PEMERIKSAAN TEKNIS

Pemeriksaan Teknis kendaraan adalah serangkaian kegiatan pemeriksaan terhadap komponen – komponen kendaraan dengan urutan pemeriksaan  sebagai berikut :

  1. UJI BERKALA PERTAMA
  1. Pemeriksaan kesesuaian identitas kendaraan meliputi :
    • Merk dan tipe
    • Nomor rangka landasan
    • Nomor mesin
  2. Pemeriksaan kesesuaian dimensi kendaraan dengan Sertifikat Registrasi Uji Tipe meliputi :
    • Jenis dan macam kendaraan
    • Panjang total
    • Lebar total
    • Tinggi total
    • Rear Over Hang
    • Front Over Hang
    • Dimensi Ruang Penumpang meliputi :
      • Tinggi Atap
      • Lebar lorong
      • Jarak, lebar dan jumlah tempat duduk
      • Lebar dan tinggi pintu
  3. Pengukuran berat kendaraan meliputi berat masing-masing sumbu roda
  4. Penghitungan dan penetapan daya angkut
  5. Penetapan dan pemasangan sticker hologram nomor uji kendaraan
  1. UJI BERKALA LANJUTAN

1) PRA UJI / Pemeriksaan kesesuaian identitas kendaraan meliputi :

  • Merk dan tipe
  • Nomor rangka landasan
  • Nomor mesin
  • Pemeriksaan kebersihan dan keapikan kendaraan
  • Pemeriksaan kesesuaian identitas kendaraan sesuai dengan yang tercantum dalam STNK dan STUK meliputi :
    • Tanda Nomor Kendaraan ;
    • Nomor mesin ;
    • Nomor Rangka Landasan ;
    • Nomor Uji.
  • Badan kendaraan/bodi ;
  • Kondisi dan jenis kaca ;
  • Penghapus kaca ;
  • Spion ;
  • Keadaan ban dan roda ;
  • Sistem penerangan;
  • Alat pengendali dan indikator ;
  • Tempat duduk ;
  • Sumbu roda kelima untuk tempelan ;
  • Draw Bar untuk gandengan ;
  • Tulisan nama perusahaan/tanda jurusan untuk angkutan penumpang umum ;
  • Perlengkapan dan kelengkapan kendaraan.

Untuk Efesiensi waktu pada saat pemeriksaan, menghindari kerusakan alat akibat kesalahan prosedur serta dalam upaya

2) PELAKSANAAN PENGUJIAN MEKANIS (LAIK JALAN)

Pelaksanaan pengujian mekanis pada UPTD PPTP Kabupateb Pringsewu dilaksanakan di dalam gedung uji dengan menggunakan alat uji yang standar, meliputi:

  1. Uji Emisi (Smoke Tester/Gas Analyzer)
    • (1) Smoke Tester (SOLAR/ Diesel)
    • (2) Gas Analyzer (Bensin)
  2. Axle Play Detector (Under Carriage)
    Alat uji axle play detector berfungsi untuk membantu memeriksa bagian bawah kendaraan bermotor (under carriage) khususnya pada bagian suspensi, kingpin, dan balljoint di lorong uji
  3. Alat Uji Daya Pancar Sinar Lampu Utama (Headlight Tester)
    Alat uji ini digunakan untuk mengetahui intensitas cahaya lampu jauh.
  4. Alat Uji Kebisingan Suara Klakson
  5. Alat Uji Efisiensi Rem Utama dan Rem Parkir (Brake Tester)
    Alat uji ini digunakan untuk mengukur besarnya gaya pengereman pada setiap roda dalam satu sumbu kendaraan sehingga bisa diketahui besarnya efisiensi rem untuk satu kendaraan, sedangkan axle load dipergunakan untuk mengetahui berat suatu sumbu kendaraan bermotor
  6. Alat Uji Akurasi Kecepatan (Speedometer Tester)
    Alat uji ini digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara kecepatan kendaraan yang ada di speedometer dengan alat uji, sehingga diketahui besarnya penyimpangan speedometer.
  1. MUTASI UJI
  1. Apabila pemilik kendaraan pindah domisili atau ganti pemilik diluar wilayah kendaraan didaftarkan, pemilik harus mengajukan permohonan mutasi uji kepada unit pengujian kendaraan bermotor tempat kendaraan tersebut didaftarkan dengan melampirkan persyaratan :
    • Foto copy Fiskal atau STNK domisili baru dengan memperlihatkan aslinya ;
    • Foto copy KTP ;
    • Surat Tanda Uji kendaraan/Smart Card dan Sertifikat.
  2. Setelah memenuhi persyaratan, unit pengujian asal tempat kendaraan tersebut didaftarkan menerbitkan surat pengantar mutasi uji dengan melampirkan kartu induk asli.
  3. Unit Pengujian kendaraan bermotor tempat kendaraan mutasi tidak boleh memproses uji berkala jika tidak dilengkapi surat pengantar dan kartu induk dari daerah asal kendaraan.
  1. REKOMENDASI NUMPANG UJI KENDARAAN BERMOTOR
  1. Pemilik/kuasa kendaraan yang akan melaksanakan pengujian berkala kendaraan diluar tempat asal kendaraan didaftarkan harus mengajukan permohonan kepada unit pengujian kendaraan bermotor tempat kendaraan tersebut didaftarkan dengan melampirkan persyaratan :
    • Foto copy STNK;
    • Surat Tanda Uji kendaraan/Smart Card dan Sertifikat.
  2. Setelah memenuhi persyaratan, unit pengujian asal tempat kendaraan tersebut didaftarkan menerbitkan surat pengantar numpang uji.
  3. Pengujian diluar tempat kendaraan didaftarkan dapat dilaksanakan setelah ada surat pengantar dari tempat asal kendaraan didaftarkan.
  4. Unit Pengujian kendaraan bermotor tempat kendaraan melaksanakan pengujian wajib melaporkan hasil pengujiannya kepada unit pengujian kendaraan bermotor asal kendaraan didaftarkan.   
  1. E. SURAT KETERANGAN HASIL UJI KENDARAAN BERMOTOR
  1. Pemilik Kendaraan yang telah melaksanakan pengujian kendaraan bermotor pada UPTD PPTPKabupaten Pringsewu padahal bukan bagian dari KBWU Kabupaten Pringsewu, dengan syarat sebagai berikut;
    • Foto copy STNK
    • Buku uji yang masih ada lembar untuk menuliskan hasil uji
    • Surat persetujuan dari daerah asal
  2. Setelah memenuhi syarat, UPTD PPTPKabupaten Pringsewu mengeluarkan surat keterangan bahwa kendaraan tersebut telah melaksanakan pengujian sebagaimana mestinya.
  3. UPTD PPTPKabupaten Pringsewuakan mengkonfirmasi ulang kepada daerah asal kendaraan tersebut agar hasil pengujiannya dapat diterima.
  1. PENILAIAN KONDISI TEKNIS KENDARAAN BERMOTOR
  1. Lembaga/ Instansi/ Badan pemerintah/ swasta pemilik kendaraan mengajukan permohonan penilaian teknis kendaraan kepada pelaksana pengujian berkala dimana kendaraan tersebut berdomisili/ didaftarkan dengan melampirkan persyaratan :
    • Foto copy STNK atau BPKB dengan memperlihatkan aslinya.
    • STUK/Buku Uji bagi kendaraan Wajib Uji.
  2. Setelah memenuhi persyaratan, pemohon diwajibkan untuk membayar retribusi yang telah ditentukan yang telah disediakan untuk melakukan pembayaran segala retribusi yang ada pada Dinas Perhubungan terkait.
  3. Setelah memenuhi persyaratan penguji melakukan penilaian teknis terhadap kondisi dan fungsi komponen kendaraan kedalam nilai prosentase yang dituangkan dalam berita acara.
  4. Surat Hasil Penilaian Teknis disyahkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kab/Kota sesuai dengan domisili/didaftarkan kendaraan.